0

No products in the cart.

Sejarah Kendaraan Listrik

November 5, 2019 Categories: Digital & Electronics.

Kendaraan listrik telah ada sejak dulu, meskipun masih ada yang beranggapan bahwa kendaraan bertenaga listrik merupakan penemuan atau teknologi baru. Adanya anggapan tersebut tak lepas dari meningkatnya jumlah kendaraan ini dalam beberapa tahun terakhir. Kendaraan listrik sangat mungkin menggantikan kendaraan konvensional untuk mengurangi emisi yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Banyak orang berpendapat bahwa mobil listrik berukuran kecil yang ditemukan pada tahun 1828 di Hongaria adalah kendaraan listrik pertama. Namun, ada juga yang beranggapan bahwa kereta listrik yang ditemukan pada tahun 1830-an di Skotlandia oleh Robert Anderson adalah kendaraan listrik pertama. Mobil listrik skala kecil lainnya dirancang oleh Profesor Stratingh dan dibangun oleh Christopher Becker, asistennya, di Belanda pada tahun 1835. Thomas Davenport juga membuat mobil listrik kecil pada tahun 1835. Ia juga yang menemukan motor DC pertama yang dibuat di AS.

Sayangnya teknologi baterai kala itu belum cukup canggih untuk membenarkan pengembangan lebih lanjut dari jenis kendaraan tersebut. Hingga akhir 1890-an, kendaraan listrik penumpang pertama dibangun oleh William Morrison di AS. Bahkan pada tahun 1899 dan 1900 di AS, kendaraan listrik yang terjual jumlahnya lebih banyak daripada jenis kendaraan ber-bbm dan bertenaga uap.

Pada tahun 1900, kendaraan listrik memiliki banyak keunggulan dibandingkan pesaingnya. Kendaraan jenis ini tidak menghasilkan bau, getaran maupun suara bising seperti halnya kendaraan konvensional. Selain itu, mengganti gigi pada kendaraan non listrik adalah bagian paling rumit dari mengemudi, sementara mobil listrik tidak memerlukan penggantian gigi. Mobil bertenaga uap juga tidak memiliki pemindahan gigi, tapi kendaraan ini butuh waktu lama bahkan hingga 45 menit untuk bisa distarter.

Kendaraan uap memiliki jarak tempuh lebih pendek hingga akhirnya harus diisi air kembali ketimbang kendaraan listrik dengan sekali pengisian daya. Saat itu, jalanan dengan kondisi baik hanya ada di kota, sehingga perjalanan hanya seputaran kota saja, yang mana cocok untuk kendaraan listrik karena jangkauannya terbatas. Mobil listrik merupakan alternatif yang disukai banyak orang karena tidak perlu memutar engkol secara manual untuk menghidupkan mesin, dan juga tak perlu repot pindah-pindah gigi.

Selama Perang Dunia I, harga bensin melonjak naik sehingga berkontribusi pada popularitas mobil listrik. Hal ini mengarah pada pengembangan Detroit Electric yang mulai berproduksi pada tahun 1907. Kisaran jarak tempuh per pengisian daya adalah sekitar 130 km. Kisarannya tergantung pada jenis baterai apa yang digunakan di kendaraan. Detroit Electric menggunakan baterai lead acid yang dapat diisi ulang, dan bekerja sangat baik dalam cuaca dingin.

Akan tetapi, popularitas mobil listrik mulai meredup. Dengan bertambahnya jumlah jalan, tidak hanya di dalam kota, tapi juga yang menghubungkan satu kota dengan kota lain, maka kebutuhan akan kendaraan jarak jauh semakin besar. Inilah yang membuat mobil listrik menjadi alat transportasi yang tidak praktis. Belum lagi kala itu sumber minyak baru ditemukan di negara bagian Texas di AS sehingga menurunkan harga bbm secara signifikan. Di saat yang bersamaan, starter listrik ditemukan pada tahun 1912 sehingga pengendara tidak perlu lagi mengengkol secara manual. Dengan begitu, kendaraan ber-bbm menjadi kendaraan pilihan banyak orang. Kemudian, Henry Ford menjadikannya sangat terjangkau bagi masyarakat umum dengan memproduksinya secara massal.

Tidak sampai tahun 1990-an, kendaraan listrik mulai muncul kembali. Dengan isu pemanasan global, harga minyak mentah impor yang sangat tinggi dan peraturan untuk pengurangan polusi di kota-kota, kendaraan listrik tidak hanya muncul kembali tapi keberadaannya juga bakal bertahan lama. Salah satu alasan utama yang berkontribusi pada kelahiran kembali mobil listrik adalah kemajuan teknologi baterai. Paket baterai lithium-ion dan paket baterai nikel hibrida jauh lebih ringan dari baterai sebelumnya. Baterai ini mampu menampung daya yang cukup untuk melesatkan kendaraan dengan kecepatan tinggi hingga sejauh 160-an km per pengisian daya. Inilah yang membuat kendaraan listrik lebih efisien dan praktis.

Leave a Reply

0878-8216-30300856-9120-2326