0

No products in the cart.

Insta 360 One X vs GoPro Hero 7 Black vs DJI Osmo Pocket

January 22, 2020 Categories: Digital & Electronics.
kamera aksi

Katanya, agak sulit membandingkan kamera-kamera ini karena mereka melayani tujuan yang berbeda. Di satu sisi, kamera-kamera ini memiliki fitur spesifik yang sulit untuk dibandingkan. Di sisi lain mereka juga memiliki banyak kesamaan: berdimensi kecil, dibanderol dengan harga mirip-mirip dan memiliki performa mumpuni untuk ngevlog dan digunakan sebagai travel camera. Jadi, kamera terbaik itu sebetulnya adalah kamera yang memenuhi persyaratan Anda tergantung dari kebutuhan. Itulah mengapa kami ingin membandingkannya dan menunjukkan kamera mana yang terbaik dalam situasi yang bagaimana:

Spek DJI Osmo Pocket vs GoPRO Hero 7 vs Insta 360 One X

DJI Osmo Pocket
GoPro Hero7 Black
Insta360 One X
12MP – 1/2.3″ sensor 12MP – 1/2.3″ sensor 1/2.3″ sensor
80° F2.0 lens 170° F2.8 lens 2x 200° F2.0 lens
4K resolution / max. 60fps 4K resolution / max. 60fps 5.7K max. 30fps – 360° video
1080p resolution / max. 120fps 1080p resolution / max. 240fps 1080p max. 30fps – 16:9 video
Bitrate: 100 Mbps Bitrate: 78 Mbps Bitrate: 120 Mbps
Gimbal stabilization Electronic image stabilization Electronic image stabilization
12 MP photo – jpg & RAW (.dng) 12 MP photo – jpg & RAW (.gpr) 18 MP photo – jpg & RAW (.dng)
Timelapse & Motionlapse Timelapse & Time-Warp Timelapse & Motionlapse
Active Track Object Tracking
(via gimbal) (in post production)
Facebook Live Streaming Live Streaming
10m waterproof without case
60m dive case 60m dive case 30m dive case
Voice Control
1.08″ Touchscreen 2″ Touchscreen data display
built in battery interchangeable battery interchangeable battery
1 hour battery life (4K) 2 hours battery life (4K) 1 hour battery life (4K)
external microphone external microphone external microphone
via USB-C adapter via USB-C adapter not available!
4.09 oz / 116 g 4.13 oz / 117 g 4.06 oz / 115 g
4.8 x 1.5 x 1.1″ 2.4 x 1.3 x 1.8″ 4.53 x 1.89 x 1.1″
122 x 37 x 29 mm 62 x 32 x 45 mm 115 x 48 x 28mm

Resolusi

Frame rate dan resolusi membutuhkan penjelasan terperinci. GoPro Hero 7 dan Osmo Pocket menawarkan resolusi puncak 4K dengan 60 fps. Insta360 One X menawarkan resolusi 5.7k dengan 30fps. Namun, spesifikasi ini merujuk ke video 360 derajat. Jika Anda mengekspor video “tradisional” 16: 9, Anda hanya akan mendapatkan video 1080p dengan 30fps. Kendati demikian, Anda memiliki opsi untuk memilih sudut pandang mana yang ingin Anda ekspor. Karenanya, Anda dapat merekam video dan memilih setelah itu apa yang ingin Anda tampilkan.

Karakteristik Video

GoPro Hero 7

GoPro terkenal akan lensa wide angle dan tampilannya yang khas. Beberapa pengguna menyukainya, beberapa tidak. Hal tersebut dikarenakan efek fisheye yang dihasilkan lensa wide angle ketika sebuah objek dekat dengan kamera. Namun sudut lebar memiliki manfaat, seperti focal length lebih lebar sehingga seluruh objek di dalam video terlihat tajam dan fokus. Sebaliknya, banyak juga pengguna yang menyukai latar belakang blur/buram karena terlihat lebih sinematik. DJI Osmo Pocket menawarkan itu. Jika Anda tidak menginginkan efek fisheye, Anda dapat memilih mode linier pada GoPro, tapi resolusi tertinggi yang tersedia dalam mode ini adalah 2.7K dengan 60fps – bukan 4K!

DJI Osmo Pocket

Mereka yang tidak menyukai lensa wide angle dengan efek fisheye-nya, mungkin akan lebih tertarik dengan apa yang ditawarkan DJI Osmo Pocket. Osmo Pocket mengadopsi bidang pandang yang lebih sempit dengan sedikit distorsi. Lensa sudut sempit menghasilkan rentang fokus yang lebih pendek dan memberikan Anda depth of field. Dengan kata lain, Anda bisa mendapatkan latar belakang yang sedikit buram. Sisi negatifnya, Anda harus mengontrol fokus dan ini tidak selalu mudah. Apalagi saat menggunakan DJI Osmo Pocket tanpa smartphone. Continuous autofocus memang tersedia tapi seringkali kesulitan untuk mengunci objek. Ketika Osmo mencoba fokus pada objek yang bergerak dalam mode continuous autofocus, kamera ini kesulitan untuk re-fokus sehingga menghasilkan video yang menyentak.

Insta360 One X

Beralih ke Insta360 One X, kamera ini menawarkan dua jenis video yang berbeda. Pertama, Anda dapat merekam video 360 ° di mana penonton dapat memutuskan ke mana harus melihat selama pemutaran video. Tentu saja itu fitur unik dari kamera ini yang tidak ditawarkan GoPro Hero dan Osmo Pocket. Jenis video ini bisa terlihat menarik saat traveling atau ngevlog. Karena sudut pandangnya tidak terbatas, penonton seakan menjadi bagian dari perjalanan. Salah satu contoh penggunaan terbaik untuk video 360 ° adalah ketika kamera ditempatkan di dalam kokpit pesawat atau di mobil balap. Penonton seakan berada di dalamnya.

Jenis video yang kedua adalah video “tradisional” 16: 9. Dengan opsi ini, Insta360 One X memungkinkan Anda merekam segala sesuatu yang terjadi di sekitar kamera, kemudian memberi Anda kendali untuk memilih scene mana yang Anda inginkan setelah selesai merekam! Fitur ini sangat berguna saat Anda tidak bisa mengontrol kamera selama proses perekaman. Fitur hebat lainnya adalah membuat efek “angel view”, bak drone yang sedang mengikuti Anda. Sisi negatifnya, kualitas video tidak setinggi yang ditawarkan dua kamera lainnya. Resolusi 5.7K diperoleh saat merekam video 360 derajat. Saat membuat video 16: 9, hanya sebagian dipilih dan kemudian diperbesar, sehingga menghasilkan resolusi 1080p.

Pada kategori ini, penting untuk menentukan gaya video yang ingin Anda hasilkan. Untuk video traveling, review (ketika Anda ingin menunjukkan produk lebih rinci) atau ngevlog (ketika Anda berbicara langsung ke kamera) efek fisheye akan mengganggu penonton. Untuk bidikan lanskap atau aksi, lensa wide angle akan lebih berguna. Insta 360 One X memberi Anda kendali untuk memilih apa yang ingin Anda tampilkan setelah merekam video. Di sinilah kekuatan Insta 360.

Image Stabilization

Dalam kategori ini kami ingin melihat dua sistem yang berbeda: stabilisasi elektronik dan stabilisasi mekanik. GoPro memasarkan Hero7 sebagai kamera yang tidak memerlukan gimbal. Namun Anda harus tahu bahwa stabilisasi gambar elektronik dapat menguntungkan video, tapi pada saat yang bersamaan bisa membuat video Anda jadi lebih buruk. Electronic Image Stabilization (EIS) berfungsi seperti ini: kamera memperbesar (memotong) gambar sedikit (sekitar 10% pada GoPro), sehingga ada kelebihan gambar di sekitar frame. Ruang ekstra ini digunakan untuk menstabilkan gerakan kamera berdasarkan info yang diperoleh dari sensor gyro. Apa efek negatifnya? Saat Anda menggeser kamera, EIS masih mencoba menstabilkan gerakan yang sebenarnya akan membuat video menjadi tersentak-sentak. Lantas apa manfaat EIS? Dengan EIS, tidak ada bagian mekanis yang berpotensi rusak.

Namun, stabilisasi gambar pada GoPro Hero7 bekerja dengan sempurna. Software yang diimplementasikan untuk menstabilkan hasil rekaman bekerja dengan sangat baik. Dan memang benar, Anda tidak membutuhkan gimbal. EIS tidak terbatas pada resolusi atau frame rate, Anda dapat menggunakannya meski dengan pengaturan 4K 60fps.

Stabilisasi gambar pada Insta 360 One X pada dasarnya bekerja dengan cara yang sama, tapi dengan manfaat tambahan. Kamera tidak perlu memperbesar atau memperkecil frame untuk mendapatkan gambar tambahan untuk menstabilkan rekaman. Semua informasi gambar dari sekitar kamera tersedia – 360 °. Jadi kamera hanya perlu menyelaraskan berdasarkan informasi sensor gyro. Fitur tersebut bekerja dengan baik untuk video 360 ° maupun video 16: 9.

Berbeda dengan One X dan Hero, Osmo Pocket menggunakan stabilisasi mekanis. Osmo Pocket menggunakan tiga motor kecil untuk menstabilkan seluruh kamera. Dengan begitu, video yang direkam tidak perlu diproses dan dikoreksi secara elektronik, dan direkam apa adanya. Contoh terbaik adalah ketika merekam dalam situasi cahaya redup/low light. Karena kamera stabil dengan sendirinya, Anda dapat memanfaatkan shutter speed yang lebih lama dan menghasilkan rekaman video yang lebih jernih serta bebas noise meski dalam pencahayaan rendah. Pada sisi negatifnya, gimbal mekanis dipengaruhi oleh faktor eksternal, contohnya angin. Komponennya juga berpotensi rusak.

Foto

GoPro Hero 7

Mirip dengan karakteristik video, Anda akan melihat efek fish eye di foto. Terutama pada bagian luar frame dan ketika objek terlalu dekat dengan kamera. Mode FOV linier tersedia, tapi tidak saat mengambil foto RAW. Foto di GoPro Hero7 tersedia dalam resolusi 4000 x 3000 (12 MP) dalam format .jpg atau .gpr. File .gpr adalah format foto RAW GoPro yang dikenali Adobe Lightroom.

DJI Osmo Pocket

Osmo juga menawarkan foto 4000 x 3000 piksel (12 MP) dalam .jpg atau .dng (RAW), sebanding dengan GoPro. Namun, Anda dapat memotret foto panorama 3 × 3 atau 180 ° (4 × 1). Saat menggunakan aplikasi DJI Mimo, software akan menjahit gambar Anda pada resolusi yang lebih rendah di jpg. Dengan mode pro, Anda dapat menyimpan semua foto 9 (3 × 3) atau 4 (4 × 1) dalam bentuk jpg atau RAW dan kemudian menjahitnya di komputer (DJI menawarkan DJI Media Maker atau dapat menggunakan software lain). Fitur ini memungkinkan Anda mendapatkan foto dengan resolusi 8685 × 5819 (50MP!), bahkan dalam format RAW.

Insta 360 One X

Dalam hal 360 °, kami melihat lebih banyak penggunaan untuk foto daripada video 360. Kami yakin, lebih mudah bagi Anda menjelajahi foto 360 ° daripada video 360 °. Sayangnya, platform untuk menerbitkan foto 360 masih terbatas saat ini: Facebook memungkinkan foto 360 °, Instagram saat ini tidak. Selain output foto 360 ° (tersedia dalam resolusi 6080 x 3040 (18 MP) – .jpg atau .dng RAW), Anda dapat mengekspor foto “flat” dengan efek angle view atau tiny planet.

Tracking Objek

Fitur ini sangat dibutuhkan, terutama saat vlogging. Bagaimana cara kerjanya? Di DJI Osmo Pocket, kamera memilih objek atau orang dan kepala gimbal akan mengikutinya. Objek tidak harus terpusat di tengah frame dan dapat ditempatkan di pinggir. Dengan Insta360 One X, proses ini dilakukan pasca produksi. Anda memilih spot di dalam frame kemudian software membuat video dengan menempatkan spot yang Anda pilih di tengah frame. Jadi jika Anda sedang ngevlog dan Anda berjalan mengitari kamera, Anda dapat menandai wajah Anda. Anda tidak perlu memperhatikan framing karena kamera yang akan mengurusnya. Fitur ini tidak tersedia di GoPro.

Baterai

DJI Osmo Pocket punya kelemahan utama: baterainya built-in. Baterainya bisa dicas dengan power bank (begitu pula dengan GoPro dan Insta360) tapi kemudian ukurannya yang mungil tak lagi mungil jika dihubungkan dengan power bank. Hero7 Black serta Insta360 One X memiliki baterai yang dapat diganti.

Slow-Mo

Efek slow motion sangat berguna terutama dalam aktivitas olahraga. Bagi kami ini adalah efek daripada fitur karena dihasilkan dari merekam video dengan frame rate yang lebih tinggi dan memutarnya dengan frame rate yang lebih rendah. Karenanya Anda dapat memperlambat video 4K di DJI Osmo Pocket dan GoPro Hero7 hitam hingga 50% (merekam pada 60fps dan playback pada 30fps). Dalam resolusi 1080p, perbedaannya lebih signifikan. GoPro Hero7 merekam 1080p hingga 240fps memungkinkan playback 12,5% (8x) dari kecepatan asli sementara DJI Osmo pocket terbatas hingga 120fps. Mode slow-mo yang unik ada di Insta360 One X dengan bullet time-nya. Anda dapat memutar kamera di sekitar Anda (dengan bullet time grip dan selfie stick) untuk menciptakan efek unik ini. Sayangnya bullet time terbatas pada resolusi 3K untuk video 360 °.

Alur Kerja (Konektivitas Smartphone)

Apa yang kami sukai tentang DJI Osmo Pocket dan Insta360 One X adalah bahwa Anda dapat menghubungkannya (secara fisik) dengan smartphone Anda. Transfer data jauh lebih cepat daripada melalui wifi. Pada dasarnya ketiga aplikasi unik ini bekerja dengan sangat baik. Mengubah video 360 menjadi video 16: 9 di aplikasi Insta360 juga berfungsi dengan baik. Anda dapat mengatur pelacakan, pivot point untuk menyesuaikan transformasi atau menggunakan ponsel Anda sebagai viewfinder virtual. Memotong video jauh lebih baik dengan aplikasi GoPro. Quick menawarkan banyak template dan edit video otomatis berdasarkan highlight. Fungsi ini berguna untuk memperoleh hasil yang menarik dengan cepat untuk kemudian dibagikan. Menurut kami, aplikasi DJI Mimo masih di tahap awal. App-nya bekerja sangat baik untuk mengoperasikan kamera melalui layar ponsel yang lebih besar, tapi alat pengeditan tidak memiliki beberapa fitur.

Daya Tahan

GoPro memiliki desain yang tahan banting dan merupakan kamera “terkuat” dibanding pesaingnya. Jika lensanya tergores, Anda dapat mengganti lapisan luar dengan mudah dan murah. Kamera ini tahan air hingga 10m tanpa casing. Dua kamera lainnya tergolong rentan, terutama DJI Osmo Pocket karena bergimbal. Kamera Osmo Pocket dan One X tidak memiliki pelindung lensa. Namun, tersedia casing opsional untuk membuatnya tahan air.

Kesimpulan

Semua kamera di atas merupakan kamera berkualitas dan bukan kamera kaleng kaleng. Agak sulit rasanya menentukan kamera mana yang terbaik.

GoPro sangat ideal untuk merekam di lingkungan yang “kurang bersahabat” seperti saat berdebu atau basah. Efek Slow-mo di GoPro bisa diandalkan untuk merekam aktifitas olah raga dengan kualitas hasil rekaman yang memuaskan.

Untuk ngevlog dan traveling, DJI Osmo Pocket tampaknya bisa menjadi pilihan terbaik. Saat berbicara ke kamera, wajah Anda tidak terdistorsi oleh efek fish eye. Selain itu, gimbal mekanik tidak hanya menghasilkan video super halus, tapi juga unggul dalam situasi pencahayaan rendah.

Insta 360 One X adalah kamera serbaguna yang luar biasa. Fitur 360 derajat membuat penonton seakan berada di lokasi. Hasil video yang dihasilkan kamera 360 tentunya bakal terlihat lebih unik dan menarik. Tidak hanya itu, One X juga menggabungkan fitur dari dua kamera sebelumnya: motion time lapse dan pelacakan objek tanpa stabilisasi mekanik.

Leave a Reply

0878-8216-30300856-9120-2326